Mungkin, saat kamu melihat judul blog ini.
Terpikirlah bahwa mengapa aku memilih kedua kata itu.
Mungkin, saat kamu mengetik alamat blog ini.
Kamu bertanya; Apa lagi yang ia tumpahkan disana?
Mungkin, tulisan ini tidak bagus.
Selaksana karya penulis penulis hebat yang berkeliaran di luar sana.
Mungkin……
Sempat hati ini ragu dan berujar, “apa aku mampu?”
Asap-asap rokok yang menyembul dari mulut, menuju penguatan kalbu.
Mata ini tiada memiliki kekuatannya untuk melepaskan pandang, bertabur malu.
Mungkin……..
Kaki ini bergetar, kala pelukan yang engkau daratkan menuju raga.
Entah berapa mantra telah aku rapalkan,
Serta sujud dipenuhi doa dan penghambaan.
Mungkin……….
Di ujung nadir ini kamu tiada mampu mewujudkan mimpi,
Aku bukanlah orang yang kamu cari,
Aku bukanlah lelaki yang memimpin hidupmu tanpa noda yang mengotori.
Aku bukanlah api yang terus berkobar, meski air telah membuatku mati.
Mungkin…….
Dosaku di masa lalu terlalu banyak sehingga detik ini kamu belum sepenuhnya percaya,
Tak apa cinta,..
Aku memakluminya tanpa perasaan kecewa.
Mungkin….
Seharusnya aku tau, jika engkau telah memilihku.
Untuk apa aku masih mencari hal yang selama ini aku inginkan.
Sedangkan memilikimu tiada pernah menjadi impian.
Karena siapa lah aku, berani-beraninya bermimpi memiliki wanita se-sempurna dirimu.
Tulisan ini adalah penumpahan getar takut yang tak bisa aku ucap.
Hah! Dasar Bodoh!
*Tertuliskan penuh linang air mata karena sakit yang disebabkan virus,namun rindu jauh lebih hebat menggerogoti hati dan jiwa ini.