Siapa yang tidak kenal kartun Captain Tsubasa?
Semua yang lahir dari generasi 80-an sampai 2000-an pasti tahu kartun ini,
Kartun ini bercerita mengenai seorang anak bernama Tsubasa Ozora yang memiliki mimpi dan kecintaannya tentang sepakbola,
Sepakbola? Iya, Seorang Tsubasa Ozora sangat mencintai si kulit bundar itu.
Pada awal kepindahannya ke daerah Nankatsu, Tsubasa masuk ke TK Nankatsu yang mana sering bersaing dengan desa Shutetsu,
TK Shutetsu pada saat itu dikapteni oleh Wakabayashi, yang mana nanti akan bergabung bersama Tsubasa.
Menjelang Sekolah Dasar, Tsubasa pun ikut ke dalam Sekolah Dasar Nankatsu bersama dengan Taki, Izawa, Misaki dan kawannya yang lain.
Berbicara mengenai sepakbola, Jepang memiliki sitem kompetisi yang berawal dari tingkat dasar, sehingga saat itu SD Nankatsu juga mengikuti kejuaraan nasional sepakbola tingkat Sekolah Dasar yang mana hal ini pula yang mempertemukan Tsubasa dengan Kojiro Hyuga.
Kojiro Hyuga merupakan kapten dari SD Meiwa, Hyuga memiliki sifat temperamen yang tinggi,berapi-api serta ambisius.
Hyuga berasal dari keluarga yang miskin, setiap sore ia harus mengantar minuman ke toko-toko di sekitar rumahnya, guna membantu kehidupan keluarga.
Kembali tentang Tsubasa,
Dalam kejuaraan nasional, Tsubasa telah mengalahkan berbagai macam lawannya dari berbagai daerah, begitu pula dengan Hyuga.
Tsubasa memiliki seorang mentor, bernama Roberto Hongo yang berasal dari Brasil, Roberto inilah yang mendidik Tsubasa, menempanya menjadi seorang pesepakbola yang bermentalkan juara dan mengajarkannya teknik rahasia bernama “tendangan jarak jauh”, hampir menyerupai Tsubasa, Kojiro Hyuga juga memiliki seorang mentor bernama Genji, yang mana gurunya inilah yang mengajarkan Hyuga untuk bersikap keras, bermentalkan baja dan kuat. Genji juga mengajarkan Hyuga teknik rahasia bernama “tendangan macan”.
Kedua kapten dari masing-masing tim ini, memiliki sifat yang 360 derajat berbeda, Tsubasa dengan sifat rendah hati, sabar,ramah dan periang, berbeda dengan Hyuga yang terkenal keras, emosional,tegas dan tidak kenal kata ampun.
Tentu kedua tokoh ini memiliki idola masing-masing.
Beranjak pada tingkatan SMP, Tsubasa dan Hyuga kembali dipertemukan dalam kejuaraan nasional.
Tsubasa masih dengan Nankatsu, sedangkan Hyuga dengan Toho.
Tsaubasa dan Hyuga memiliki pasangan emasnya masing-masing, Tsubasa terkenal dengan pasangan emas bersama misaki.
Hyuga juga dengan Takeshi Sawada yang dirasa komplit.
Melihat perpetaan politik pemilihan presiden sekarang ini, tentu saya merasa kedua tokoh kartun ini cocok untuk menggambarkan keadaan yang sedang terjadi.
salah satu capres menjadi sosok Tsubasa dan yang capres yang lain Hyuga.
Keduanya berasal dari background yang berbeda, Tsubasa berasal dari ayahnya yang seorang nahkoda kapal besar (bisa kita simpulan,cukup kaya) sedangkan Hyuga berasal dari penempaan hidup yang susah (berasal dari bawah)
Salah satu capres menonjolkan karakter yang person-to-person, riang dan rendah hati.
Sedang yang lainnya dengan sikap yang tegas,lugas dan keras.
Tsubasa dan Hyuga memiliki sidekick yang hebat.
begitu pula kedua capres yang memiliki cawapres yang memang berkelas.
Tsubasa dan Hyuga memiliki jurus rahasia yang hebat dari para mentor.
Capres yang satu belajar dari kehidupan pasar dengan jurus “Blusukan” , yang satu belajar dari sejarah penguasa besar dengan jurus “Ganyang!”.
Tsubasa dan Hyuga memiliki team yang luar biasa.
Kedua capres juga didukung oleh tim yang mumpuni,berkompeten dan hebat.
Tsubasa dan Hyuga pernah menjadi kapten di team masing-masing.
begitu pula dengan kedua capres. yang satu pernah menjadi walikota hebat, yang satu komandan yang kuat.
Lalu apa yang membuat tokoh ini menjadi luar biasa?
Ya, Tsubasa dan Hyuga adalah kebutuhan dari Tim persepakbolaan jepang.
keduanya adalah sosok pesepakbola dengan trik,skill dan tipe permainan yang memang harus dimiliki oleh Tim Nasional Jepang
setiap penonton tentu saja sama sama menyukai kedua tokoh ini, ada yang suka dengan ketegasan Hyuga ada yang mencintai kerendahan hati Tsubasa.
Setiap pendukung dari keduanya juga mengidolakan bila Tsubasa melepaskan tendangan jarak jauh atau di saat Hyuga bereteriak “Tendangan Macan!!!!!!!”
setiap penonton juga merasa bahwa kurang lengkap bila keduanya ditiadakan, kedua-duanya dibutuhkan untuk saling melengkapi satu sama lain.
entah menjadi lawan ataupun kawan.
Namun,
Jangan lupa, meskipun keduanya adalah rival abadi saat mereka mengikuti kejuaraan nasional.
mereka tetap memberikan perjuangan sepenuhnya untuk menjadikan Jepang sebagai juara dunia dalam world cup 2002.
Mereka tetap saling bahu-membahu untuk berjuang agar Jepang menjadi nomor satu di dunia.
Meskipun terkadang Tsubasa membenci keegoisan Hyuga, atau Hyuga yang membenci Ketidak- cepat-tanggapnya seorang Tsubasa.
Satu hal yang pasti, mereka tetap memikirkan jepang sebagai tujuan utama.
Harapan tentu seperti itu pula bagi kedua capres kita, silahkan berteriak dengan urat syaraf hampir putus untuk mengatakan bahwa dirinya lah yang terhebat, toh silahkan saja, itu memang sebuah hak.
Silahkan, jika ingin melepaskan jurus rahasia dari menit awal atau menyimpannya di detik terakhir, tentu saja strategi itu untuk memuaskan penonton,bukan?
Sebagai seorang penonton, saya hanya bisa berdecak kagum melihat sosok seorang tsubasa, dan berteriak lantang melihat kegigihan sosok seorang Hyuga.
entah, saya tidak bisa berpendapat dan menularkan pendapat saya tentang siapa yang cocok mengemban ban kapten bagi Jepang. Keduanya adalah tokoh yang hebat,mumpuni dan tangkas. kedua-duanya dielu-elukan oleh masing-masing tim sebagai nomor satu.
entah, tendangan jarak jauh atau tendangan macan yang saya bisa bilang paling keren. toh memang, kedua jurus rahasia sangat bernilai luar biasa di mata saya.
entah, apakah misaki atau takeshi sawada yang bisa mendampingi kedua kapten untuk berdiri di podium teratas dari sebuah tim.
tetapi,
satu hal yang pasti,saya tentu juga menginginkan kedua tokoh itu mampu membuat Jepang menjadi nomor satu di dunia.
Begitu pula saya sebagai rakyat,menginginkan siapapun yang menjadi kapten Indonesia bisa menjadikan indonesia sebagai juara dan menyejahterakan seluruh penduduknya.